AYAHKU DERITAKU

Lenny (18 tahun), selalu berusaha untuk menasehati bagaimana caranya supaya Pak Harun (50 tahun), ayahnya menghentikan pekerjaannya sebagai pencopet. Justru hal ini yang membuat Pak Harun marah karena sudah berulangkali sang ayah menjelaskan kalau tuduhannya itu salah. Karena sampai saat ini pun Lenny belum mempunyai bukti, kalau ayahnya seorang pencopet ulung, di mana selama ini dia dan Bu Rima, 45 tahun, ibunya mengenal sang ayah bekerja di sebuah perusahaan elektronik

Lenny pun mendesak Pak Harun kalau dia ingin tahu tempatnya bekerja, karena Lenny dan Bu Rima tidak pernah tahu persis Pak Harun bekerja di mana, setahunya Pak Harun bekerja sebagai kurir. Sementara Bu Rima yang hidupnya duduk di kursi roda, karena stroke tak bisa berbuat banyak, hanya melarang Lenny bersikap demikian terhadap ayahnya

Karena terus-terusan mendesak, Pak Harun  menjadi jengah juga dan akhirnya kekasaran makin menjadi, di lakukan Pak Harun terhadap Lenny maupun ibunya, sebab menurutnya hal itu merusak citra keluarga. Seringkali Lenny ribut mulut dan fisik dengan Pak Harun, dan Bu Rima menjadi sasaran Pak Harun yang mengecap Bu Rima sebagai pendidik yang tidak baik

Puncaknya saat Pak Harun mengancam kalau dia akan pergi dari rumah tersebut, namun Lenny merasa tak pernah takut dengan ancaman Pak Harun, karena sejak Pak Harun di ketahui kalau pekerjaannya sebagai pencopet, Lenny lebih giat mencari uang harian, mencari lemburan untuk membiayai kebutuhan rumah, tanpa menerima uang pemberian sang ayah.. Sialnya lagi rumah bedeng itu di jual oleh Pak Harun, kemudian Lenny dan Bu Rima di tendang keluar dari rumah itu

Setelah enam bulan Lenny berada di rumah kontrakan bersama ibunya, hampir saja Lenny melupakan sang ayah, namun ibunya mendesak terus untuk mencari Pak Harun, sekaligus ingin membuktikan kalau tuduhan Lenny benar apa adanya. Karena hingga kinipun ibunya masih belum percaya pada tuduhan Lenny sendiri

~ oleh bukansinetron pada Mei 20, 2010.

3 Tanggapan to “AYAHKU DERITAKU”

  1. Sungguh ayah yang tdk punya hati nurani.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: